« Universal Coverage dan UKM (Oleh-oleh dari Bali)

Raja Galau part 1 “Nasi Rawon” (Serial Pencarian Jati Diri dan Konsep PH)

Maret
27th
member
trias

Thursday, March 15, 2012 

Jika jaman saya kuliah S1 dulu, banyak teman-teman termasuk saya sendiri menempatkan FKM sebagai pilihan kedua dalam UMPTN (biasanya no.1 FK, tapi saya TI ITS), saat ini, lebih dari 10 tahun sejak saya jadi mahasiswa Unair, FKM menjadi salah satu primadona tujuan pendidikan S1, baik Jalur SNMPTN, Mandiri maupun yang terakhir jalur Undangan. Khusus jalur undangan yang ditutup 10 Maret 2012 kemaren Prodi S1 IKM menempati posisi keempat setelah FK, Management, dan Akuntansi. Hal ini dari sisi saya sebagai “orang dalam” merasa bangga, jasa layanan pendidikan kami “larismanis” bak kacang goreng di Gelora Bung Tomo saat Persebaya main; namun sebagai “orang luar” atau alumni saya merasakan kegalauan yang mendalam. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah:

 

1.       Apakah calon mahasiswa ini benar-benar well-informed tentang apa itu kesehatan masyarakat?

2.       Apakah calon mahasiswa ini benar-benar well-informed tentang data lulusan FKM Unair bekerja dimana saja?

3.       Apakah calon mahasiswa ini benar-benar well-informed tentang fisibilitas lulusan FKM akan menjadi kepala puskesmas atau direktur rumah sakit?

4.       Ataukah calon mahasiswa ini hanya ingin Status sebagai mahasiswa yang kuliah disalah satu PTN terkemuka di Indonesia, SP3 tidak semahal FK dan gelar sarjana “relative mudah” didapat dan sering kali lulusannya “tepat waktu”?

 

, tentu kita harus berpikir positif dengan memproses “input” mahasiswa dengan berbagai alasanmasuk FKM untuk dapat menjiwai konsep Public Health secara benar. Merupakan kewajiban bagi institusi untuk kemudian mendevelop suatu konsep besar tentang PH dan dieksekusi secara cantik dalam proses belajar mengajar dikelas maupun diluar kelas melalui kegiatan ko- serta ekstrakurikuler.  Salah satu yang memegang kunci untuk keberhasilan pencarian jati diri PH bagi mahasiswa adalah para dosen, mereka  yang stand up di kelas, maupun membimbing kegiatan ko- dan ekstrakurikuler diluar kelas. Pertanyaan besarnya adalah apakah jati diri PH atau paling tidak konsep PH itu sudah ada diantara para Begawan dosen termasuk saya didalamnya; dan jika ada apakah sama? Hehe…jawaban terhadap hal inilah yang membuat saya juga galau.

 

Mungkin panjang lebar saya atau rekan sejawat dosen yang lain bisa membuat suatu lieratur review secara akademis tentang bagaimana konsep Public Health. Namun itu hanya akan menjadi suatu “kitab” semata, bagaimana pemahaman nyata dari kita semua tentang konsep PH itulah yang perlu didiskusikan untuk kemudian diejawantahkan dalam strategi pembelajaran dengan sepenuh hati, dan bukan sebagai sesuatu yang menurut Prof. Hario Megatsari sebagai chauvinisme depertemen.

 

Selama ini yang terjadi mungkin dapat saya analogikan sebagai suatu proses membuat masakan, katakanlah Nasi Rawon. Mahasiswa diberikan kuliah-kuliah dari departemen yang saya umpamakan mahasiswa diberibahan untuk membuat nasi rawon, mereka diajari cara menanak nasi oleh departemen A, diajari cara membuat dan mencuci kecambah dari departemen B,  diajari cara memotong daging dan merebusnya dari departemen C, diajari cara menggoreng kerupuk ikan dari departemen D, diajarin cara membuat bumbu rawon oleh departemen E , dst. Namun semua bahan itu masih terpisah-pisah, tidak ada suatu exercise bersama tentang bagaimana memakai semua ingredient itu untuk menjadi suatu makanan baru bernama nasi rawon. Lulusan yang akhirnya menginterpretasi sendiri nasi rawon itu bagaimana dengan bekal yang didapat dari pengolahan bahan sumbngan deprtemen. Bisa jadi akan ada yang sukses dengan caranya sendiri menggabungkan bahan tersebut menjadi nasi rawon, namun bisa jadi ada yang keliru kemudian menjadi Tengkleng khas Solo, Gule, Kare atau mungkin Soto. Bahan dasar seperti daging yang terdapat pada rawon, gule, tengkleng, soto dll. Bisa dianalogikan keilmuan departemen yang bisa melekat dibanyak Prodi selain kesmas, semisal Kesehatan Lingkungan dan Teknik Lingkungan, Gizi Kesehatan Masyarakat dengan Prodi Gizi, AKK dengan Management, Statistik dengan Biostatistik;  dll. Bahwa ada bumbu rawon yang khas bisa dianalogikan dengan Epidemiologi. Tidak adanya exercise atau integrasi ini yang membuat konsep PH yang ada dalam pemahaman alumni dan juga dosen berbeda-beda. Galau Lagi…Jika sekat departemen tidak bisa ditembus, pada akhirnya, konsep tentang PH itu “harus” diramu sendiri dikepala setiap lulusan karena mereka harus menggabungkan sendiri  ingredient yang ada untuk menjadi suatu masakan yng diberi nama S.KM.

 

Saat ini di almamater tercinta sedang digodok konsep PH itu seperti apa, mumpung adasalah satu mahasiswa S3 yang dengan kerendahan hati dan keikhlasannya bersedia melakukan penelitian tentang konsep PH sebagai bentuk knowledge management. Banyak sudah yang dilakukan mulai pertemuan pimpinan, departemen, dosen hingga mahasiswa. Konsep PH itu harusnya merupakan ejawantah dalam perkuliahan yang dienyam sebagai sesuatu yang sifatnya wajib .Untuk yang S.KM dari Unair; ya saya analogikan nasi rawon tadi.Untuk yang S2 materi WAJIB yang harus “diambil semua” tentang Kesmas itu untuk mahasiswa S2 dengan hasil akhir gelar MS, M.Kes, MPH,  perlu kita cermati lebih dalam; ketika kita S2 mata kuliah apa yang wajib diperoleh disemua minat (s2 biasanya ada peminatan). Saat saya S2 di University of Queensland – AUSTRALIA untuk memperoleh Master of Public Health in The Field of Nutrition mata kuliah yang wajib saya, begitu pula wajib untuk teman2 saya yang ngambil konsentrasi Tropical Health, International Health, Epidemiology atau Statistik adalah 4 mata kuliah berikut: Introduction to Biostatistics, Introduction to Epidemiology, Health System Organization and Management, dan Social Perspective in Health. Sehingga saya beranggapan bahwa core ilmu PH itu ada dalam 4 bidang itu dengan pembahasan konten masalah di  bidang Gizi, Kesling dan K3.Bagaimana dengan S2 di Indonesia, silahkan coba ditarik garis kesamaan; jika gelarnya dapat M.Kes maka MK apa saja yang didapatkan semua entah itu S2 IKM, AKK, minat Epid, Gizi, Kesling, Promkes, K3 dll; itulah core sumber mereka lulusan S2 (utamanya yang s1-nya bukan S.KM) dalam menggagas konsep PH, hehe…Galau lagi. Seperti halnya kurikulum s1 sekarang yang berjubel  MK dari FK dan IPA diawal semester apakah itu juga merupakan core PH? Saya sebagai seorang dosen yang duduk manis di menara gading academia mungkin punya berjuta alas an untuk mengatakan YA hal itu sangat perlu unuk mendasari keilmuan Kesmas! Atau secara sinis saya bisa mengatakan, hal itu perlu biar “nyambung” diajak cangkrukan  di warung kopi oleh dokter yng kepala puskesmas  atau Mata Kuliah FK itu wajib agar “keren” dan bisa jadi DOCTOR WANNABE; namun sebagai bentuk tanggung jawab kita semua untuk membangun konsep PH, saya merasa bahwa sebenarnya yang benar-benar bisa membuat konsep itu TOUCH DOWN membumi bagi mahasiswa adalah sumbangan pengalaman dan pemikiran alumni tentang konsep PH yang mereka pahami setelah diterapkan didunia kerja. Mohon bagi para alumni untuk bisa memberikan masukan dan diskusi tentang hal ini; bagaimanapun juga inilah almamater kita tercinta.

 

Disclaimer: Tidak ada niatan saya untuk menyinggung profesi lain; karena jiwa PH itu bukan hanya dimiliki oleh S.KM, namun seharusnya menjadi jiwa semua profesi, bahkan terutama untuk para pemimpin dan pengambil kebijakan tidak hanya di almamater kita, namun juga di Republik ini. Semoga visi Indonesia Sehat yang telah gagal tecapai 2010 bisa kita wujudkn melalui penyebaran knowledge management tentang pentingnya konsep PH agar semakin banyak Public Health Policy dan Healthy Public Policy.

 

Sekian dulu lontaran awal terkait jati diri dan konsep PH part. 1; insyaAllah akan disambung lagi.

 

Cogito Ergo Sum!


date Posted on: Selasa, Maret 27, 2012 at 2:44 pm
Category Purple Love.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

You can leave a response, or trackback from your own site.



4 Responses to “Raja Galau part 1 “Nasi Rawon” (Serial Pencarian Jati Diri dan Konsep PH)”

  1. bethari

    pak, saya ingin bertanya. saya tertarik ingin masuk fkm unair. apakah prospek kerjanya bagus? karena melihat dari tulisan bapak ini agak rancu. bagaimana dengan passing gradenya? terima kasih pak.

    Maret 2nd, 2013 at 10:30 pm
     
  2. Desain Interior

    wah,, dari awal sudah niat mencari ilmu untuk kerja,,

    Nopember 6th, 2013 at 8:38 pm
     
  3. awidiot

    aamiin, Semoga visi Indonesia Sehat yang telah gagal tecapai 2010 ya pak..

    Nopember 15th, 2017 at 10:51 pm
     
  4. roblox free robux

    Please do’t go any where because you can get it how to get free robux here on this platform and guys I am very sure you will be full satisfy after play this online game.

    Desember 11th, 2017 at 1:49 pm
     

Leave a Reply


Trias’ is powered by WordPress
Theme is Coded&Designed by Wordpress Themes at ricdes
Archived by WP Themes